Informasi seputar pembunuhan dan fenomena bunuh diri hubunganya dengan kejiwaan atau psikologi dan kesehatan

Tuesday, 25 August 2015

MEMAHAMI BIPOLAR DAN KECENDERUNGAN PENDERITA UNTUK MELAKUKAN AKSI BUNUH DIRI

Manusia selalu bereaksi terhadap sesuatu atau keadaan tertentu, seperti sedih, bahagia, marah, tidak bersemangat, takut dan lain sebagainya. Kita akan merasakan perasaan yang berbeda ketika bertemu dengan orang yang paling kita rindukan dan orang yang paling kita kita benci, dalam situasi seperti itu selain perubahaan mood, kita juga merasakan perubahan yang terjadi dalam tubuh kita, seperti naiknya aktifitas detak jantung dan aliran darah.

Bipolar pemicu bunuh diri


Apa sih Bipolar?

Sebelum membahas lebih jauh tentang bipolar, saya akan mecoba membuat satu contoh tentang bagaimana manusia bisa begitu cepat dalam bereaksi (secara psikologis). contoh : disaat anda memilih kado pernikahan terbaik untuk pasangan anda betapa anda merasa bangga serta membayangkan dia akan sangat bahagia, tiba- tiba anda melihat di sudut jalan dia sedang bercumbu dengan pria atau wanita lain yang selama ini anda menganggapnya sebagai teman terbaik. saat itulah secara emosional anda akan merasakan perubahan suasana hati yang sangat cepat dalam diri anda,(seperti saat anda menaiki roll coaster). Lalu bagaimana jika perubahan emosi secara tiba- tiba itu sering terjadi dan dengan alasan yang tidak jelas atau bahkan disebabkan oleh hal yang tidak terlalu serius? Tentu saja keadaan tersebut akan menjadi stresor dan momok bagi si penderita, pada akhirnya dia akan terlihat memiliki dua karakter yang bertolak belakang, baik dan jahat dalam tingkat yang tidak normal, kita akan melihat tiba- tiba dia sangat bergembira lalu dia berubah menjadi sangat pemarah dalam waktu yang sangat berdekatan. itulah contoh kecil yang dialami oleh penderita bipolar.

Pakar psikologi mengartikan Gangguan Bipolar (selanjutnya GB) adalah gangguan mental yang ditandai dengan adanya perubahan suasana perasaan yang cenderung labil. GB ( gangguan bipolar ) biasanya berulang dalam rentang waktu tertentu serta dapat berlangsung seumur hidup. Perubahan suasana perasaan (mood) pada GB terjadi dengan sangat cepat.

15% Penderita Bipolar Bunuh Diri

GB juga berhubungan dengan meningkatnya risiko kematian akibat adanya penyalahgunaan zat tertentu, rentannya mengalami kecelakaan serta adanya risiko bunuh diri bahkan 15% dari jumlah pasien bipolar melakukan bunuh diri, perubahan suasana hati secara tidak wajar dan terjadi pada level tinggi membuat penderita berada dalam situasi yang terus menerus membuatnya tertekan, tentu saja dalam hal ini peran keluarga sangat diperlukan untuk mendeteksi ide bunuh diri pada penderita GB.





MEMAHAMI BIPOLAR DAN KECENDERUNGAN PENDERITA UNTUK MELAKUKAN AKSI BUNUH DIRI Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Iik Radit

0 comments:

Post a Comment