Informasi seputar pembunuhan dan fenomena bunuh diri hubunganya dengan kejiwaan atau psikologi dan kesehatan

Sunday, 6 September 2015

Fenomena Bunuh Diri di Negeri K-Pop

Korea Selatan ternyata memiliki tingkat bunuh diri yang sangat tinggi. Berdasarkan data dari WHO, Angka bunuh diri di negeri K-Pop ini menduduki peringkat ke-2 dunia setelah Guyana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100.000 penduduk terdapat rata-rata sekitar 28.9 orang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Angka tersebut berdasarkan data pada tahun 2012, terdiri dari rata-rata 18 orang perempuan, dan rata-rata 41,7 laki-laki. 
bunuh diri di korea selatan
Orang lanjut usia mendominasi angka tersebut. Seperti tampak pada angka di atas, angka bunuh diri laki-laki memang menempati posisi paling tinggi dibanding perempuan, namun upaya bunuh diri lebih banyak dilakukan oleh perempuan. Hal tersebut berhubungan dengan cara mereka dalam upaya bunuh diri. Tentunya Laki-laki lebih ekstrim dan tegas dibanding perempuan. Perempuan lebih banyak yang bunuh diri dengan cara meminum racun seperti pestisida.
Penyebab Bunuh diri di Korea Selatan
Banyak faktor yang kemudian menyebabkan seseorang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan tangan sendiri. Dari sekian banyak faktor, berikut ini merupakan garis besar dari faktor-faktor penyebab bunuh diri di korea selatan. 
  • Pengaruh Media

Media sangat berpengaruh besar dalam pertumbuhan angka bunuh diri. Baik itu media elektronik seperti televisi, radio, dan juga internet. ataupun media cetak seperti surat kabar. Banyaknya orang ternama yang melakukan bunuh diri, dan menjadi liputan media media, mengakibatkan banyaknya orang melakukan hal yang sama. Seperti pada kasus kematian aktris Lee Eun-ju pada tahun 2005 yang meninggal dengan cara gantung diri. Berdasarkan tulisan pada salah satu jurnal ilmiah di korea, peristiwa tersebut cukup besar pengaruhnya. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya aksi bunuh diri yang dilakukan setelahnya dengan cara yang sama, yaitu gantung diri. 
Hal ini senada dengan studi lainnya tentang hubungan candu internet dengan bunuh diri. Studi tersebut mendapatkan gambaran bahwa siswa yang kecanduan internet memiliki potensi lebih besar untuk melakukan bunuh diri dibandingkan siswa yang tidak kecanduan internet. 
  • Kehilangan Anggota Keluarga

Perang korea ternyata juga merupakan salah satu faktor penyumbang yang cukup besar. Tidak sedikit keluarga yang harus kehilangan sanak famili, terutama orang tuanya. Kehilangan tersebut rupanya cukup banyak memukul anak-anaknya dikemudian hari. Dan berdasarkan studi, kehilangan ibu adalah salah satu pemicu terbesar bagi anak-anaknya untuk melakukan bunuh diri. 
  • Faktor Ekonomi
Faktor yang satu ini banyak dijadikan kambing hitam dalam berbagai hal buruk yang terjadi dalam kehidupan. Terhadap angka bunuh diri, faktor ekonomi memang merupakan menyumbang cukup banyak. Pengangguran adalah penyebab terbesar. Hal tersebut tentunya berkaitan juga dengan keadaan sosial, politik saat itu. Krisis ekonomi yang pernah dialami korea mempengaruhi banyak hal, termasuk memicu angka bunuh diri. Krisis tersebut mengakibatkan banyaknya pemecatan, perceraian, pengangguran, yang kemudian mengundang persoalan lainya yaitu depresi, frustasi, dan sebagainya. 

Selain itu, budaya dan tradisi di korea juga berpengaruh dalam hal ini. Di korea, sudah menjadi tradisi untuk menanggung biaya hidup orang tua mereka. Namun, hal tersebut kemudian membuat tidak sedikit orang tua yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya demi meringankan beban anaknya. 
  • Pendidikan
Ketika anak-anak mendapatkan tuntutan untuk mendapatkan nilai tinggi pada sebuah tes masuk sekolah atau perguruan tinggi, tentu banyak pihak yang kemudian terlibat di dalamnya. Banyak orang tua yang mau melakukan apapun agar anaknya bisa mendapatkan nilai tinggi. Namun, di sisi lain, tekanan tersebut justru membuat banyak anak merasa stress, dan kemudian memicu aksi bunuh diri. 

Fenomena Bunuh Diri di Negeri K-Pop Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Iik Radit

0 comments:

Post a Comment